5 Kebiasaan yang membuat Trauma pada diri sendiri - Trauma merupakan kondisi psikologis yang sering kali disebabkan oleh pengalaman traumatis atau stres yang berlebihan. Walaupun banyak faktor yang bisa menjadi penyebab trauma, terdapat juga kebiasaan individu yang bisa berperan penting dalam perkembangannya. Dalam artikel kali ini, Khuyanime akan membahas lima kebiasaan yang sering kali membuat seseorang mengalami trauma, beserta cara untuk menghindarinya.
1. Menahan Emosi
Salah satu kebiasaan yang bisa mengakibatkan trauma adalah menahan emosi. Banyak dari kita telah diajarkan untuk menahan perasaan, terutama perasaan negatif seperti marah, sedih, dan takut. Tetapi, pada saat kita terlalu sering atau terlalu lama menekan emosi, itu bisa menciptakan masalah serius.
Penghambatan emosi ini bisa mengakibatkan stres kronis dan ketegangan psikologis. Kita mungkin merasa seperti kita tidak bisa mengatasi perasaan kita, dan akhirnya, kita dapat mengalami trauma. Sebagai gantinya, penting untuk belajar mengenali dan mengungkapkan emosi dengan sehat. Ini dapat melibatkan berbicara dengan seorang teman, terapis, maupun menulis jurnal.
2. Menghindari Konflik
Menghindari konflik merupakan kebiasaan lain yang bisa memicu trauma. Konflik adalah bagian alami dari kehidupan, baik di tempat kerja, dalam hubungan, atau di lingkungan sosial. Tetapi, beberapa orang terlalu takut atau enggan untuk menghadapi konflik, sehingga mereka mencoba menghindarinya.
Menghindari konflik tidak selalu bisa menjadi solusi terbaik. Sebaliknya, hal ini dapat menyebabkan masalah menjadi semakin lebih buruk seiring berjalannya waktu. Perasaan ketegangan yang tidak diatasi bisa menumpuk dan akhirnya meledak, meningkatkan risiko mengalami trauma. Penting untuk belajar cara mengelola konflik secara sehat dan produktif, seperti berbicara terbuka dan jujur kepada pihak lain.
3. Perilaku Destructif
Ketiga, perilaku merusak diri sendiri biss memicu trauma. Ini termasuk penyalahgunaan alkohol, obat-obatan terlarang, atau bahkan mengabaikan pola makan dan tidur yang sehat. Orang sering kali menggunakan perilaku ini untuk mengatasi stres atau tekanan psikologis.
Namun, jalan keluar ini justru bisa menjadi perangkap. Penyalahgunaan zat atau perilaku merusak diri sendiri hanya akan memberikan bantuan sementara, dan sering kali malaj memperburuk masalah dalam jangka panjang. Selain itu, efek sampingnya bisa berakibat fatal. Jika Kamu merasa cenderung menggunakan perilaku merusak diri sendiri, sangat penting untuk mencari bantuan profesional.
4. Isolasi Sosial
Kebiasaan isolasi sosial juga bisa menjadj salah satu penyebab trauma. Terlalu banyak mengisolasi diri dari interaksi sosial bisa menyebabkan perasaan menjadi kesepian, kecemasan, dan depresi. Manusia adalah makhluk sosial, dan interaksi dengan orang lain adalah penting untuk kesejahteraan mental.
Isolasi sosial yang berkepanjangan dapat membuat Kamu akan merasa terisolasi dan tidak memiliki dukungan sosial saat Anda menghadapi stres atau trauma. Untuk menghindari ini, cobalah untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga, dan jangan ragu untuk mencari dukungan profesional apabila Kamu merasa kesulitan dalam hal ini.
5. Mengabaikan Perawatan Kesehatan Mental
Kebiasaan terakhir yang dapat memicu trauma adalah mengabaikan perawatan kesehatan mental. Banyak orang menganggap kesehatan mental tidak sepenting kesehatan fisik, dan ini adalah pandangan yang salah. Kesehatan mental memiliki dampak besar pada kualitas hidup kita dan bisa memengaruhi sebagian besar aspek kehidupan kita.
Jika masalah psikologis tidak ditangani dengan baik, mereka dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius dan berpotensi memicu trauma. Penting untuk mencari bantuan dari seorang profesional kesehatan mental apabila merasa perlu. Jangan biarkan stigma atau ketakutan menghentikanmu dari mendapatkan perawatan yang Kamu butuhkan.
Kesimpulan
Menghindari trauma adalah tujuan penting kita untuk kesejahteraan psikologis. Untuk mencapainya, kita perlu menghindari kebiasaan yang bisa menjadi pemicu atau memperburuk kondisi traumatis. Ini termasuk mengungkapkan emosi dengan sehat, mengelola konflik dengan bijaksana, menghindari perilaku merusak diri sendiri, tetap terhubung dengan orang lain, dan merawat kesehatan mental kita.
Penting untuk diingat bahwa trauma adalah pengalaman yang berat, dan untuk banyak orang, diperlukan dukungan profesional untuk mengatasinya. Jangan ragu untuk mencari bantuan jika Kamu merasa bahwa Kamu mungkin mengalami trauma atau jika Anda ingin mengubah kebiasaan yang berpotensi berkontribusi pada trauma. Kesehatan mental kita adalah aset berharga yang harus tetap dijaga dengan baik..
Posting Komentar