5 Hewan yang bisa mendeteksi penyakit berbahaya pada manusia

Khuyanime - Walaupun kemajuan teknologi kedokteran sekarang ini sudah canggih, ini tidak berarti bahwa peran hewan dalam mendukung keperluan manusia telah benar-benar terabaikan. Beberapa hewan dapat diajarkan dan dimanfaatkan untuk mengidentifikasi gejala penyakit berbahaya yang mungkin muncul pada Manusia. Di bawah ini, Khuyanime akan mengulas beberapa hewan yang memiliki kemampuan ini.

1. Lebah

Lebah merupakan serangga yang terkenal dengan suara dengungannya ketika terbang. Serangga ini juga cukup diwaspadai oleh manusia sebab jika lebah merasa terganggu, lebah dapat menyerang manusia dangan memakai sengatnya.

Terlepas dari bahaya yang bisa ditunjukkannya, lebah sendiri ternyata sudah lama dianggap sebagai hewan yang bermanfaat untuk manusia. Karena lebah bisa membantu proses perkembangbiakan tanaman dengan cara hinggap pada bunga serta membantu proses penyerbukan.

Manfaat terbesar lebah bagi manusia sendiri adalah kemampuannya menghasilkan madu, cairan manis yang kerap kali digunakan sebagai campuran makanan. Supaya manusia dapat mendapatkan madu dengan lebih mudah, manusia pun sampai memelihara lebah sebagai hewan ternak.

Namun ternyata manfaat lebah bagi manusia masih belum berhenti sampai di sana. Lebah juga dapat dimanfaatkan untuk mengenali beberapa jenis penyakit.

Alasan kenapa lebah dipakai manusia untuk keperluan ini adalah karena lebah memiliki indra penciuman yang sangat tajam. Kebetulan lebah memang biasa menggunakan antenanya untuk berkomunikasi dan menemukan nektar bunga kesukaannya.

Lebah dapat mengenali bau molekul tertentu dalam sebuah ruangan kendati molekulnya hanya berjumlah sedikit. Bukan hanya itu, lebah juga dapat dilatih layaknya anjing dengan memakai iming-iming cairan manis.
Kemampuan lebah dalam mengenali bau lantas dimanfaatkan oleh Susana Soares. Wanita asal Portugal itu untuk membuat alat khusus agar manusia dapat memasuki ruangan penuh lebah dengan aman.

Ketika sedang berada di dalam ruangan, alat yang digunakan oleh orang tersebut bakal membantu mengalirkan napasnya keluar. Apabila lebah yang ada di sekitarnya mengenali bau tertentu, lebah tersebut kemudian akan menunjukkan perilaku khusus.

Sejauh ini, lebah sudah dipakai untuk mengenali gejala penyakit TBC serta kencing manis.

2. Tikus

Tikus merupakan salah satu hewan yang sangat dibenci oleh manusia. Kebiasaan Tikus yang menggerogoti simpanan makanan serta perabotan milik manusia menyebabkan hewan ini dianggap sebagai hama yang amat menyebalkan.

Tikus juga dibenci sebab hewan ini menjadi perantara menyebarnya penyakit-penyakit mematikan, misalnya pes. Wabah Maut Hitam yang dulu pernah menewaskan jutaan orang di Eropa diyakini muncul hingga begitu parah akibat disebarkan oleh tikus beserta kutu parasitnya.

Meski begitu, bukan berarti tikus lantas dijauhi sama sekali oleh manusia. Dengan ukurannya yang kecil dan sifatnya yang mudah berkembang biak menyebabkan hewan ini seringkali digunakan oleh ilmuwan untuk melakukan keperluan riset dan untuk uji coba obat.

Belakangan ini, manfaat tikus pada manusia bertambah lagi satu. Di tahun 2021, sekelompok ilmuwan dari Korea Selatan menerbitkan hasil penelitian mereka. Dalam hasil penelitian tersebut, tikus dikabarkan dapat digunakan untuk mendeteksi toluena, cairan berbau menyengat yang biasanya muncul pada penderita kanker paru-paru.
Dalam percobaan yang mereka lakukan, tikus dilatih untuk membedakan toluena dengan senyawa lainnya. Jika tikus tersebut mencium toluena, maka tikus tersebut diharuskan melompat ke papan apung yang sudah dipasang oleh ilmuwan.

Tikus tersebut juga dilatih untuk membaui toluena yang sudah bercampur dengan bau napas manusia. Hasilnya, setelah melakukan percobaan sebanyak ratusan kali, ilmuwan menyimpulkan kalau tikus dapat mengenali bau toluena dengan tingkat akurasi hingga mencapai 82 persen.

3. Anjing

Anjing merupakan hewan yang sangat akrab pada manusia. Sifatnya yang bersahabat dan mudah untuk dilatih menjadikan anjing kerap dipelihara oleh manusia untuk hewan penjaga.

Anjing juga memiliki indra penciuman yang amat tajam. Pasalnya anjing memiliki indra penciuman yang 100.000 kali lebih tajam jika dibandingkan dengan indra penciuman manusia.

Oleh karena itulah, anjing pun kerap digunakan polisi untuk mencari jejak dan menemukan benda-benda terlarang, seperti narkoba.

Manfaat anjing untuk manusia juga turut dirasakan dalam bidang medis. Karena hewan ini dapat dilatih untuk mengenali kanker dalam tubuh manusia.

Agar Anjing dapat mengenali kanker, maka anjing tersebut harus dilatih terlebih dahulu dengan cara membaui lebih dari 300 macam sampel yang mengandung serpihan kanker. Sampel-sampel tersebut mencakup gas, air liur, darah, bercak pada kain, dll.
4. Cacing

Cacing merupakan hewan kecil yang bentuknya panjang dan tidak mempunyai kaki. Beberapa jenis cacing mempunyai citra yang sangat negatif di mata manusia. Karena cacing-cacing tertentu (misalnya cacing pita) hidup sebagai parasit di tubuh manusia dan bisa mengakibatkan inangnya mengalami masalah kurang gizi.

Namun cacing bukan hanya mempunyai dampak negatif terhadap manusia. Cacing tertentu ternyata juga dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mengenali penyakit berbahaya agar bisa diobati sebelum bertambah parah.

Cacing untuk keperluan tersebut adalah cacing gelang yang memiliki panjang hanya 1 mm dan banyak ditemukan di tanah berlumpur. Lantas, bagaimana cara cacing ini mendeteksi penyakit pada manusia?

Ilmuwan asal Korea Selatan menempatkan puluhan ekor cacing gelang dalam wadah berisi sel manusia sehat dan sel manusia penderita kanker. Ketika diamati, ternyata sebanyak 70 persen cacing akan pergi menuju sel kanker.

Ilmuwan menduga kalau cacing gelang tertarik pada kanker karena sel kanker memancarkan senyawa yang baunya mirip seperti apel busuk. Pasalnya cacing gelang mengira kalau bau tersebut adalah bau sampah organik makanannya, cacing gelang pun merasa tertarik dan kemudian pergi menuju sel kanker.

Ilmuwan sekarang sudah tahu kalau cacing gelang menunjukkan ketertarikan khusus pada sel kanker. Hal berikutnya yang kini sedang dijajaki oleh ilmuwan adalah mencari tahu apakah cacing ini juga bisa mengenali sel kanker dalam darah dan air liur manusia sama baiknya.

5. Semut
Semut juga bisa digunakan untuk keperluan mendeteksi penyakit. Kebetulan semut sebelum ini memang kerap dipakai untuk mengetahui apakah seseorang terkena kencing manis atau tidam.

Untuk keperluan tersebut, seseorang akan buang air kecil di dekat iring-iringan semut. Jika air kencing tersebut dikerumuni oleh semut, maka orang tersebut mungkin menderita kencing manis karena air kencingnya mengandung cairan manis yang kesukaan semut.

Kendati dengan cara ini banyak dipercaya dan dipraktikkan oleh orang-orang, sekarang cara ini dianggap tidak sepenuhnya akurat. Karena kadang-kadang orang yang sehat sekalipun tetap bisa mengeluarkan kencing dengan kadar gula tinggi. Seseorang baru dinyatakan memiliki diabetes apabila memiliki gejala-gejala lain yang biasa dijumpai oleh penderita diabetes.

Diabetes sendiri bukanlah satu-satunya penyakit yang dapat dikenali dengan bantuan semut. Belakangan, ilmuwan menemukan jika semut juga bisa digunakan untuk mengenali serpihan tumor maupun kanker yang terdapat pada air kencing.

Cara ini sendiri belum di uji coba pada manusia karena ilmuwan baru menguji coba semut sebagai pendeteksi kanker yang ada pada tikus. Untuk keperluan ini, semut akan diberikan beraneka macam cairan.

Apabila semut mengenali adanya serpihan tumor pada cairan, maka semut akan berhenti lebih lama dibandingkan biasanya. Karena semutnya sudah dilatih sedemikian rupa untuk mengharapkan hadiah air gula apabila semutnya berhasil menemukan serpihan tumor.

Nah Itulah pembahasan tentang 5 Hewan yang Bisa Mendeteksi Penyakit Berbahaya pada manusia. Semoga bisa menambah wawasan Kamu

Sumber : anehdidunia

Posting Komentar